Dosen bertanya: "Bagian mana yang kamu kerjakan sendiri?" Jawaban yang jujur ternyata menentukan apakah AI di tanganmu jadi alat belajar atau jalan pintas.
Apa kata panduan resmi
Dirjen Pendidikan Tinggi menerbitkan Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi pada 2024, dengan tujuan memastikan pemakaian yang bertanggung jawab dan beretika, melindungi integritas akademik, dan mendorong inovasi dengan nilai kejujuran. Menurut rangkuman Pertiba atas panduan itu, ada empat bidang etika yang ditekankan: integritas akademik, keamanan dan keselamatan, kesetaraan dan transparansi, serta dampak lingkungan. Praktik yang disarankan antara lain menulis ulang hasil AI dengan bahasa sendiri, menjaga gaya tulisan pribadi, dan memastikan sitasi yang benar.
Pedoman Universitas Islam Indonesia melangkah lebih spesifik: melarang menyalin narasi atau ide dari AI tanpa pengakuan atau penyuntingan kritis, lalu mengklaimnya sebagai karya sendiri. AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti mahasiswa sebagai perancang utama karyanya sendiri.
Soal hak cipta yang masih diperdebatkan
Panduan Dikti mengingatkan tiga pertanyaan sebelum memakai hasil AI untuk karya resmi: apa yang dikatakan syarat layanan tentang kepemilikan hasil, apakah hasilnya melanggar hak kekayaan intelektual, misalnya gambar yang melanggar lisensi karya seni, dan siapa pemilik karya yang dihasilkan AI. Pertanyaan terakhir masih diperdebatkan, jadi kebiasaan yang aman adalah mencantumkan bahwa AI dipakai dan tidak mengklaim hasil mentah sebagai karya sendiri.
Di tempat kerja, yang menanggung tetap manusia
Survei UKM Indonesia bersama ICCI pada pertengahan 2025 menemukan sekitar 67,65% responden UMKM sudah memakai AI, terutama untuk membuat gambar promosi dan video. Pemakaian AI untuk pekerjaan dan produktivitas sendiri naik dari 12,3% ke 26,9% pada 2026. Kasus Deloitte yang dibahas di part sebelumnya menunjukkan pola yang sama: yang menanggung akibat adalah perusahaan yang menyerahkan laporan, bukan alat yang menyusunnya.
AI itu seperti kalkulator yang sangat pintar. Boleh dipakai untuk menghitung, tapi kamu yang harus paham soalnya dan menandatangani jawabannya sendiri.